Rabu, 27 Agustus 2025
Medan, ( Tiga daramedia. Com ) – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa setiap guru besar wajib mengikuti perkembangan zaman yang selalu berubah seiring dengan hasil riset dunia. Hal ini disampaikannya saat menghadiri pengukuhan lima guru besar baru USU di Medan, Jumat ( 22/8/2025 )
“Future of Jobs Report menyampaikan satu pesan penting, keterampilan yang relevan hari ini bisa jadi tidak lagi cukup di esok hari,”ujar Muryanto.
Adapun kelima guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Dardanila, M.Hum. (Fakultas Ilmu Budaya), Prof. Dr. Mustafa Mahmud Amin, Sp.PA(K). (Fakultas Kedokteran), Prof. Dr. Nursukma Suri, M.Hum. (Fakultas Ilmu Budaya), Prof. Dr. Raras Sutatminingsih, M.Si. (Fakultas Psikologi), serta Prof. Dr. Refli Hasan, Sp.PD-KGEH (Fakultas Kedokteran).
Menurut Rektor, perubahan global saat ini merupakan transformasi besar yang tidak hanya memengaruhi cara bekerja, tetapi juga menentukan jenis pekerjaan yang akan ada maupun hilang di masa depan. Karena itu, peran guru besar dan dosen sangat penting dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki kapasitas untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa.
“Sebagai anggota Dewan Guru Besar, kondisi eksisting yang saya sampaikan bukan sekadar angka. Kita perlu melakukan review peta jalan untuk menentukan arah langkah ke depan,” tegasnya.
Muryanto menekankan bahwa guru besar sebagai intelektual memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab besar untuk melakukan transformasi USU secara berkelanjutan. Tugas tersebut tidak berhenti pada penguasaan keterampilan, melainkan harus terintegrasi dalam riset, pengajaran, dan pengabdian masyarakat.
Dari perspektif ini, ia merumuskan sejumlah rekomendasi strategis. Pertama, membangun jalur pembelajaran berkelanjutan dan personal bagi mahasiswa (lifelong and personalised learning path). Kurikulum modular perlu dikembangkan agar selaras dengan keterampilan masa depan dan kebutuhan industri.
Kedua, guru besar harus memimpin kemitraan riset internasional yang relevan dengan kekuatan lokal. Dengan begitu, riset yang dihasilkan tidak hanya menambah jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Melalui langkah tersebut, kita dapat menarik talenta internasional, menutup kesenjangan keterampilan yang mendesak, dan menciptakan kolaborasi riset yang benar-benar memberi dampak bagi masyarakat, sekaligus memperkaya khazanah keilmuan,” pungkasnya.
( Puput ) Editor : Sakila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar